Wiesmann Project Thunderball. Mobil Listrik Roadster Bergaya Klasik Mewah

Article Header Image

Wiesmann Project Thunderball. Mobil Listrik Roadster Bergaya Klasik Mewah

Author Avatar Image
Galih Kresnawan —

Selain diramaikan dengan berbagai pabrikan besar, pasar mobil listrik juga semakin diramaikan dengan produsen-produsen kecil. Brand kecil atau bahkan sekelas rumah modifikasi pun terus memamerkan produk barunya.

Seperti yang dilakukan oleh brand mobil kustom Wiesmann yang akhirnya kembali setelah 8 tahun vakum. Brand asal Jerman ini kini memperkenalkan mobil barunya yang merupakan sebuah mobil listrik bergaya roadster tanpa atap yang dinamai “Project Thunderball”.

Mobil ini disebut sebagai mobil roadster elektrik pertama Wiesmann dan juga merepresentasikan revolusi untuk brand Wiesmann sendiri. Karena mulai model ini dan ke depannya, Wiesmann akan mengunakan mesin elektrik untuk memberikan performa khasnya.

Brand mobil kustom ini memang mungkin jarang didengar karena masa keemasannya berada di tahun 90-an ketika mereka merilis model MF yang menggunakan mesin dan transmisi dari BMW. Di masa itu pula Wiesmann mulai menjual mobilnya tersebut keluar Jerman.

Namun karena biaya produksi mobil kustom mereka yang terlalu tinggi, Wiesmann akhirnya harus menghentikan sementara operasinya pada 2014 silam. Tetapi setelah mendapatkan CEO baru yaitu Roheen Berry, mobil bergaya klasik ini akhirnya berusaha hidup kembali.

Project Thunderball sendiri memiliki desain yang identik dengan model MF mereka dari tahun 90-an. Namun Wiesmann tentunya memberikan beberapa ubahan minor agar mobilnya tetap tampil segar ketimbang versi kunonya.

Bodi mobil baru ini juga dibuat sepenuhnya dari karbon fiber dan masih tetap memiliki grille berbentuk pick gitar yang jadi ciri khas. Terlepas bahwa mobil ini merupakan mobil listrik yang tidak membutuhkan lubang angin dari depan.

Tampilan mobilnya terlihat semakin klasik melalui lekuk bodi ala mobil-mobil klasik tahun 40-50an, dan diperkuat dengan penggunaan lampu depan dan lampu belakang berbentuk bulat.

Gaya desain klasik tersebut juga diteruskan ke interior yang juga tampak mewah dengan penggunaan kulit di berbagai tempat mulai dari jok, dashboard, hingga berbagai panel interiornya. Uniknya, mobil ini memiliki dua tampilan untuk informasi pengemudi.

Pengemudi tetap dihadapkan dengan layar informasi pengemudi di depan kemudi, dan juga layar infotainment dan informasi di tengah bawah dashboard-nya. Sedangkan bagian atas dashboard-nya dipenuhi dengan berbagai indikator analog. Ada beragam informasi mulai dari kecepatan, RPM, hingga indikator baterai ditampilkan menggunakan jarum meter.

Membicarakan baterai, mobil ini memiliki baterai berkapasitas 92 kWh yang diestimasi dapat menempuh jarak 500 km dalam sekali isi daya. Mobilnya juga dilengkapi dengan charger onboard 22 kW, namun juga bisa dicas menggunakan DC fast charger hingga tegangan 300 kW.

Untuk penggeraknya sendiri Project Thunderbolt menggunakan penggerak elektrik yang dikembangkan bersama Rodi Automobile. Ada dua motor elektrik di depan yang menghasilkan tenaga gabungan 500 kW atau sebesar 671 daya kuda dengan torsi hingga 1.100 nM.

Meskipun begitu, mobil ini memiliki bobot yang cukup ringan yaitu 1.700 kg. Membuat mobil ini dapat melesat dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 2,9 detik.

Mobil konsep ini disebut akan diproduksi di Jerman untuk pasar global dengan jumlah terbatas. Dengan total 1.000 unit saja, mobil ini memiliki banderol yang sangat tinggi yaitu €300,000 atau sekitar Rp 4,57 miliar.