5 Bulan Berjalan, Hampir Semua Skuter Listrik GO Sharing di Brussels Dicuri

Article Header Image

5 Bulan Berjalan, Hampir Semua Skuter Listrik GO Sharing di Brussels Dicuri

Author Avatar Image
Galih Kresnawan —

Layanan “sharing-vehicle” memang bukan hal yang baru, terutama untuk negara-negara Eropa yang telah menjadikan kendaraan-kendaraan ini sebagai salah satu pilihan utama untuk berkendara di kota-kota besar.

Brussels, yang notabene merupakan ibu kota negara Belgia juga mulai menerapkan hal yang sama dengan menyediakan skuter listrik untuk digunakan bersama. Melalui perusahaan GO Sharing (Bukan bagian dari Gojek Indonesia) ada banyak skuter listrik yang mulai disebar di sudut-sudut kota Brussels.

Sayangnya, belum lama eksis muncul masalah terhadap skuter-skuter listrik ini. Karena hampir semua unit yang disediakan disebut telah dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Penyelidikan pun langsung dilakukan dan akhirnya terungkap bahwa pencurinya rata-rata adalah anak di bawah umur.

Hanya dalam waktu 5 bulan berjalan, anak-anak muda di Brussels telah menemukan cara untuk dapat menggunakan skuter listrik ini tanpa harus membayar menggunakan aplikasi. Bahkan beberapa mengiklankan ‘layanan ilegal’ mereka tersebut di media sosial.

Image Credit: sudinfo.be

“20 Euro (Sekitar Rp310.000) = berkendara gratis menggunakan GO scooters sepanjang hari” tulis salah satu iklan di media sosial.

Dilaporkan oleh Brusseltimes.com, kepolisian setempat bahkan berhasil menangkap 10 anak muda setempat yang kedapatan menggunakan skuter listrik secara ilegal. Mereka bahkan menggunakan skuter-skuter tersebut untuk ugal-ugalan di jalan.

Disebutkan bahwa pelaku termuda yang tertangkap masih berumur 13 tahun. Diyakini, anak-anak muda ini datang secara berkelompok karena ingin mencoba iklan di media sosial yang bahkan berjanji untuk mengaharkan mereka bagaimana mencuri skuter listrik tersebut.

Para pelaku ini mayoritas akan menggunakan skuter elektrik ini hingga baterainya habis. Kemudian meninggalkannya begitu saja dimanapun karena mereka sendiri tidak mengetahui bagaimana cara mengisi ulang dayanya.

sudinfo.be

“Orang-orang mencuri kendaraan kami, mengendarainya ke berbagai tempat dan kemudian meninggalkannya begitu saja. Kami tidak kehilangan banyak, namun mereka merusak banyak dari unitnya.” ungkap Manager Go Sharing Belgia, Yessin Aattache.

Ketika pihak Go Sharing akhirnya mengakui adanya masalah tersebut, Aattache juga mengatakan bahwa perusahaannya telah menemukan solusi untuk mencegah orang-orang menembus sistem sewa mereka. Semua kendaraan Go Sharing nantinya akan mendapat update yang  membuat cara curang sebelumnya tidak dapat dilakukan.

Aattache pun mengutarakan kekecewaannya terhadap bagaimana perlakuan masyarakat Belgia terhadap skuter-skuter listrik mereka. Terlebih ada banyak kostumer yang memang bergantung pada jasa kendaraan mereka setiap harinya.