Tutup Tahun, Saham Tesla Malah Anjlok hingga 70%

Article Header Image

Tutup Tahun, Saham Tesla Malah Anjlok hingga 70%

Author Avatar Image
Galih Kresnawan —

MOMOTRIK – Kekacauan yang terus terjadi selama tahun ini akhirnya membuat 2022 sebagai tahun terburuk bagi Saham Tesla. Saham pabrik mobil listrik terbesar di dunia ini sudah terpuruk sejak Elon Musk membeli Twitter pada Oktober.

Namun sebelum itu, saham Tesla juga telah mengalami penurunan secara bertahap selama 10 bulan pertama tahun ini. Menurut Yahoo Finance, pada 28 Desember, harga saham Tesla turun 41% dalam satu bulan terakhir, 60% dalam tiga bulan terakhir, 55% dalam enam bulan terakhir, dan 70% tahun ini.

Saham Tesla mencapai terendah di level $109,10 pada 28 Desember, tetapi kembali naik menjadi $122,87 pada 30 Desember saat publikasi. Secara keseluruhan, pabrik mobil listrik ini telah kehilangan lebih dari $700 miliar dalam valuasi pasar.

Tesla memang bukan satu-satunya pabrik mobil yang mengalami penurunan tajam dalam harga sahamnya tahun ini. Seluruh 500 perusahaan besar Amerika Serikat turun 19%. Saham Ford turun 46% dan saham General Motors turun 43%.

Penurunan saham Tesla telah menyebabkan Elon Musk kehilangan $241 miliar dalam market cap. Sementara jumlah kekayaaan aset dari sang bos kini turun sebesar $141 miliar tahun ini saja. Membuat Elon Musk menjadi sosok dengan kehilangaan kekayaan aset terbesar dalam sejarah.

saham tesla

Analis Wedbush, Dan Ives, mengatakan bahwa penurunan saham Tesla sebagian disebabkan oleh permintaan yang dianggap lemah di Amerika Serikat dan China, serta masalah terus-menerus yang terjadi pada Twitter.

Harga saham Tesla turun 11% pada Selasa setelah diumumkan bahwa produksi di pabrik Shanghai telah dihentikan selama seminggu. Meskipun produksi akan dilanjutkan selama 17 hari, kemudian akan dihentikan lagi antara 20 Januari hingga 31 Januari untuk Tahun Baru China, menurut Reuters.

Para analis pun menyimpulkan bahwa semua kekacauan yang terhadi pada sama Tesla ini adalah akibat dari Elon Musk. Dan akhirnya, hanya Elon sendiri yang dapat memadamkan hal tersebut. Terutama bagaimana dirinya menangani berbagai perusahaan yang ia pimpin.

Sedangkan pabrikan mobil listrik Tesla melakukan segala cara untuk memperkuat permintaan. Baru-baru ini, Tesla mengumumkan bahwa mobil Model 3 dan Model Y yang dibeli dari inventori mobil baru yang ada saat ini berhak atas diskon sebesar $7.500 atau sekitar Rp 116 juta.