Pemerintah Coba Rayu Qualcomm untuk Berinvestasi di Indonesia

Article Header Image

Pemerintah Coba Rayu Qualcomm untuk Berinvestasi di Indonesia

Author Avatar Image
Galih Kresnawan —

MOMOTRIK – Ambisi Pemerintah untuk membuat Indonesia menjadi salah satu produsen utama dari mobil listrik memang terus didorong di semua sektor. Bukan hanya pendekatan pada para brand mobil seperti Hyundai dan bahkan Tesla, namun juga ke berbagai kebutuhan manufakturnya.

Salah satu informasi baru menyebutkan bahwa Pemerintah kini tengah mencoba mendekati perusahaan semikonduktor tersohor, Qualcomm. Tujuannya tentu untuk menarik perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini mau berinvestasi di Indonesia.

Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menemui CEO dari Qualcomm, Cristiano Amon di Qualcomm Haus, Davos-Swiss pada rangkaian gelaran World Economic Forum Annual Meeting 2022.

Keduanya disebut membahas banyak hal termasuk perkembangan teknologi dan potensi digitalisasi di Indonesia. Amon menjelaskan peluang investasi di Indonesia untuk mendukung akselerasi digitalisasi industri otomotif yang memungkinkan keterlibatan industri kecil dalam rantai industri.

Qualcomm diajak untuk dapat berperan aktif dalam proses pengambangan produk-produk penunjang konektivitas yang kini menjadi sangat mutlak di Indonesia. Menperin mengajak agar Qualcomm sebagai salah satu leader dalam produksi chip untuk mengambil bagian dalam upaya ini.

Chip semikonduktor sendiri merupakan komponen penting bagi banyak barang elektronik termasuk kendaraan-kendaraan modern. Bahkan hampir semua mobil listrik yang dibuat di dunia menjadikan chip sebagai otak utama dari sistem yang ada di dalamnya.

Maka, akan menjadi kemenangan yang tinggi bagi Pemerintah Indonesia untuk dapat menarik produsen chipset seperti Qualcomm untuk mau berinvestasi di Indonesia. Sama seperti baterai, produksi lokal untuk chipset tentu juga dapat menekan harga sehingga kendaraan listrik yang dibangun lokal dapat semakin terjangkau.

Alasan lainnya tentu untuk menanggulangi krisis chip semikonduktor yang terus terjadi di dunia. Industri otomotif global sendiri menjadi salah satu yang terkena dampak besar dari kelangkaan chipset ini. Beberapa pabrikan bahkan tidak dapat memaksimalkan produksinya yang membuat beberapa mobil tidak dapat dibeli langsung oleh calon pembeli.

Dengan meyakinkan Qualcomm untuk mau berinvestasi di Indonesia dengan membangun pabriknya di sini, maka secara tidak langsung menjadikan Indonesia sebagai prioritas bagi pasokan chipset baik untuk industri otomotif lokal maupun industri elektronik lainnya.