Pasar Mobil Diprediksi akan Kolaps Bila Mobil Listrik Tidak Bisa Murah

Article Header Image

Pasar Mobil Diprediksi akan Kolaps Bila Mobil Listrik Tidak Bisa Murah

Author Avatar Image
Galih Kresnawan —

MOMOTRIK – Hampir semua pabrikan otomotif kini mulai mengalihkan fokusnya ke elektrifikasi. Namun sayangnya transisi ini juga datang dengan resiko yang tidak kecil. Karena pada prediksi terbaru disebutkan bahwa pasar mobil dunia dapat kolaps karena mobil listrik.

Hal tersebut dikarenakan bahwa selisih harga untuk mobil yang setingkat antara mesin kombusi internal dan elektrik terlampu jauh. Membuat mobil listrik yang dijual di pasaran kini berada di atas jangkauan mayoritas masyarakat.

Salah satu pimpinan raksasa otomotif Eropa, Stellantis bahkan kini mulai menargetkan agara produk-produk elektrik mereka dapat lebih murah dalam beberapa tahun ke depan. Chief Manufacturing Officer, Arnaud Deboeuf bahkan menarget untuk dapat memotong biaya produksi mobil listrik mereka hingga 40% di 2030 mendatang.

“Jika mobil listrik tidak dapat menjadi murah, maka pasarnya akan ambruk. Itu adalah tantangan yang besar.” ungkap Deboeuf. Nantinya, mereka berencana untuk membuat Fiat dan Peugeout dapat memproduksi komponennya sendiri dan juga menekan para suplier untuk memangkas harga produk-produk mereka.

Dengan 16 brand yang berada di bawahnya, Stellantis memang cukup ambisius dengan target memproduksi lebih dari 75 model mobil listrik penuh hingga 2030 mendatang. Sehingga mereka juga berencana untuk dapat mengubah beberapa pabrik di Perancis untuk dapat memproduksi mobil-mobil listriknya.

Selain penjualan unit mobil listrik, Stellantis juga berencana untuk mendulang pendapatan ekstra dari layanan purna jual dan juga penjualan software. Ditambah dengan penjualan beberapa mobil premium yang akan dijual secara terbatas.

Penyebab terus naiknya harga mobil-mobil listrik ini sendiri tidak terlepas dari biaya material mentah yang terus melambung. Hal ini tentu juga terlihat dari harga baterai mobil listrik yang kini terus naik dan bahkan membuat para produsennya tidak lagi untung saat menjual produknya.

Sayangnya, kondisi di lapangan tersebut tidak dipahami oleh para pembuat kebijakan di berbagai negara. Karena hampir semua negara hanya menginginkan agar semua pabrikan segera beralih ke mobil listrik. Tanpa melihat harga jual yang bisa dikejar oleh para pabrikan.

Harga memang menjadi salah satu penghalang bagi banyak masyarakat untuk segera beralih ke mobil listrik. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian kendaraan listrik yang belum merata juga menjadi alasan lain banyak orang yang masih belum yakin untuk mengadopsi mobil listrik.

Sumber: Bloomberg