Negara-negara Timur Tengah Siap Produksi Mobil Listrik

Article Header Image

Negara-negara Timur Tengah Siap Produksi Mobil Listrik

Author Avatar Image
Galih Kresnawan —

MOMOTRIK – Selama bertahun-tahun, negara-negara Timur Tengah tentu identik sebagai produsen minyak terkaya di dunia. Namun semakin menipisnya cadangan minyak bumi membuat negara-negara di sana menyusun rencana besar. Salah satunya adalah beralih ke mobil listrik.

Beberapa negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Turki, dan Mesir dilaporkan menjadi yang terdepan dalam transisi ke mobil listrik ini. Bukan hanya dalam penggunaan warganya, tapi juga memproduksi mobil listrik secara lokal di negara-negara tersebut.

Arab Saudi tentunya menjadi salah satu negara yang mengejutkan banyak pihak dengan keputusan transisinya. Sebagai eksportir minyak bumi terbesar di dunia, Arab Saudi ternyata menjadikan momen ini untuk mempersiapkan industri mobil listrik mereka.

Di bawah arahan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman Arab Saudi tengah mengembangkan brand mobil listriknya, Ceer. Target utamanya adalah memproduksi dan mengekspor mobil listrik mereka ke luar negeri. Maka dari itu mereka menggandeng Foxconn dan juga BMW.

timur tengah

Tidak berhenti di situ namun Arab Saudi juga tengah bersiap untuk memperkenalkan bus generasi baru yang akan ramah lingkungan, serta akan memberik insentif bagi masyarakat yang nantinya berencana untuk beralih ke mobil listrik.

Untuk urusan produksi mobil listrik, Turki bisa dibilang lebih unggul dan siap. Sudah banyak pabrikan mobil dunia yang membangun mobil listriknya di fasilitas masing-masing di Turki. Tahun lalu, ekspor terbesar Turki adalah mobil, truk, dan komponen mobil.

Turki juga memiliki brand mobil listrik mereka sendiri yaitu Togg serta bus dan minibus listrik Karsan. Kedua pabrikan dalam negeri tersebut menjadi tonggak transisi Turki sekaligus menjadi aset ekspor mereka ke luar negeri.

timur tengah

Sedangkan Mesir memiliki ambisi untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap mobil listrik impor. Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sissi mengatur rencana agar Mesir dapat mengembangkan ekosistem mobil listriknya dengan cepat.

Pemerintah Mesir terus memperbanyak titik-titik pengisian DC fast-charging di seluruh wilayah negara Mesir. Serta mulai menggandeng banyak pabrikan otomotif untuk mau memproduksi mobil-mobil listrik mereka di Mesir mulai 2023.

Mesir menjadi negara Timur Tengah yang bahkan melangkah lebih jauh dengan mulai menyediakan listrik ramah lingkungan yang didapat dari falitas pembangkit listrik tenaga surya sebesar 37,2 kilometer2.