Hyundai Tutup Pusat Pengembangan Mesin Bensinnya untuk Fokus di Elektrik

Article Header Image

Hyundai Tutup Pusat Pengembangan Mesin Bensinnya untuk Fokus di Elektrik

Author Avatar Image
Galih Kresnawan —

Hyundai kini memang menjadi salah satu pemain utama dalam pasar mobil listrik. Maka tidak mengherankan bila pabrikan asal Korea Selatan ini berani habis-habisan untuk dapat menjadi pemimpin di pasar mobil listrik.

Salah satu langkah besar yang diambil Hyundai adalah menutup pusat pengembangan mesin bensin-nya yang berada di markas R&D Hyundai yang berada di Namyang, Korea Selatan pada 17 Desember 2021 lalu.

Fasilitas yang memiliki kurang lebih 12.000 personel ini akhirnya kini mengalami reorganisasi. Hal tersebut dilakukan untuk menyambut langkah selanjutnya dari era elektrik yang akan diambil Hyundai.

Penutupan pengembangan mesin bensin Hyundai ini juga secara tidak langsung menjadi penanda usainya era mobil bensin bagi Hyundai. Dan lompatan Hyundai dalam mempercepat transisi perusahannya untuk menjadi produsen mobil listrik penuh.

Hyundai juga menginginkan waktu riset dan pengembangan untuk mobil listrik baru mereka dapat dipersingkat. Maka dari itu mereka mulai menggabungkan beberapa departemen yang berbeda.

Sebagai contoh, sebelumnya Hyundai memiliki tim Project Management (PM) dan juga tim Integrated Product Development untuk setiap mobil baru yang dikembangkan.

Kini kedua divisi tersebut dilebur menjadi satu unit yang bekerja sama untuk mempersiapkan mobil listrik barunya mulai dari inisiasi desain hingga ke produksi secara global ke berbagai negara.

Selain itu, Hyundai disebut juga tengah fokus untuk mengembangkan teknologi baterainya sendiri. Sehingga mereka akhirnya mendirikan divisi baru yang diberi nama Battery Development Center.

Ke depannya elektrifikasi yang akan dilakukan terhadap Hyundai Group akan dilakukan bertahap dan sudah dimulai baik untuk brand Hyundai, Kia, dan juga Genesis.

Ketiganya juga sudah mulai mengembangkan mobil listrik dengan platform mobil listrik bersama mereka, yaitu Electric Global Modular Platform (E-GMP).

Di Indonesia sendiri, Hyundai merupakan pimpinan pasar untuk mobil listrik. Dengan mobil Kona Elektrik dan Ioniq mereka yang mendominasi pasar mobil listrik Indonesia termasuk selama 2021 ini.

Selain mobil listrik, Hyundai juga disebut tengah bekerja dalam pengembangan teknologi hydrogen fuell-cell dan juga mobil terbang yang bisa menjadi alternatif di masa depan.