Honda dan General Motors Ingin Kembangkan Jutaan Mobil listrik Terjangkau

Article Header Image

Honda dan General Motors Ingin Kembangkan Jutaan Mobil listrik Terjangkau

Author Avatar Image
Galih Kresnawan —

Persaingan yang semakin ketat dalam industri mobil listrik membuat banyak pabrikan harus menyusun strategi lain. Terutama bila mereka ingin melawan penguasa mobil listrik global sekarang yaitu Tesla.

Kerja sama antar perusahaan otomotif-pun kini menjadi hal yang lumrah dikarenakan mereka harus berlomba dengan waktu dan juga menggelontorkan dana untuk pengembangan mobil listrik yang tidak sedikit.

Raksasa otomotif asal Amerika Serikat General Motors (GM) akhirnya mengikuti jejak tersebut dengan menggandeng raksasa asal Jepang, Honda Motor Co. Keduanya nanti akan bekerja sama untuk mengembangkan arsitektur mobil listrik global untuk crossover kompak.

Target besarnya, kedua perusahaan ini ingin menghasilkan sebuah mobil listrik terjangkau menggunakan teknologi baterai next-gen Ultium dan akan memproduksi jutaan unit mulai 2027 mendatang.

Memanfaatkan teknologi, desain, dan juga strategi dari kedua perusahaan, mereka berkeinginan untuk membuat produk berkualitas tinggi yang dapat diproduksi dalam skala besar agar dapat lebih murah.

Mobil listrik ini ditargetkan untuk memiliki banderol harga di bawah $30 ribu atau sekitar Rp 430 juta. Yang tentunya jauh lebih murah dari model termurah dari Tesla yaitu Model 3 yang harganya mulai dari $47 ribu atau sekitar Rp 675 juta.

“Kami memiliki tujuan yang sangat penting mulai 2025 mendatang, kami akan menjual lebih banyak mobil listrik atau BEC di Amerika Serikat, dibanding merek manapun,” ungkap Executive Head GM, Mary Barra.

Lebih lanjut, Mary menjelaskan bahwa GM dan Honda nantinya akan mendistribusikan mobil listrik terjangkaunya tersebut pada pasar-pasar kunci mereka seperti Amerika Utara, Amerika Selatan, dan juga China.

Selain mobil, kedua pabrikan ini juga akan mendiskusikan lebih lanjut mengenai kemungkinan kolaborasi dalam hal pengembangan teknologi baterai agara dapat menekan harganya. Apalagi keduanya sama-sama tengah mengembangkan baterai solid-state.

“Honda dan GM akan membangun kolaborasi teknologi yang sukses untuk membantu mencapai ekspansi dramatis dalam penjualan kendaraan listrik.” ujar Presiden  dan CEO Honda, Toshihiro Mibe.

Untuk masalah baterai ini keduanya berencana untuk dapat membangun fasilitas yang dapat memasok kebutuhan baterai untuk 2 juta unit EV yang direncanakan akan mulai diproduksi pada akhir 2025 mendatang.

GM sendiri bukanlah satu-satunya partner dari Honda, karena di Jepang Honda telah mengumumkan bahwa mereka akan bekerja sama dengan Sony guna mengembangkan mobil listrik bersama juga.