Persiapan Formula E Indonesia, PLN akan Pasok ‘Listrik Hijau’

Article Header Image

Persiapan Formula E Indonesia, PLN akan Pasok ‘Listrik Hijau’

Author Avatar Image
Galih Kresnawan —

MOMOTRIK.COM – Penyelenggeraan Formula E Jakarta kini semakin dekat. Dengan waktu yang tinggal beberapa minggu lagi, semua persiapan mulai dari kesiapan sirkuit dan juga infrastruktur penunjang acara tersebut kini dikebut.

Salah satunya adalah masalah pasokan sumber listrik yang menjadi energi utama untuk semua hal dalam balapan Formula E nantinya. BUMN PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) lah yang akan menjamin pasokan listrik untuk balapan mobil listrik di Ancol itu nantinya.

Namun tidak sekadar pasokan listrik, PLN menyebutkan bahwa semua pasokan listrik untuk gelaran Formula E tidak menggunakan BBM alias bahan bakar fosil. Untuk itu, PLN akan mengandalkan tiga gardu induk PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya sebagai sumbernya.

Dalam pernyataannya, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Doddy B Pangaribuan mengatakan bahwa tiga gardu tersebut nantinya akan memberikan daya sebesar 7 MVA atau 7 juta volt ampere. Doddy juga menjamin bahwa seluruh energi tersebut akan dipenuhi PLN dari energi bersih yang terjamin dalam produk Renewable Energy Certificate (REC).

Sirkuit Formula E Ancol, Jakarta

Produk REC milik PLN itu nantinya akan menyuplai listrik PLN untuk Formula E Jakarta menggunakan energi panas bumi (geothermal) dan juga tenaga air yang ramah lingkungan. Ke depannya PLN UID Jakarta Raya juga disebut akan mendapat tambahan pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga bayu (angin).

Namun warga Jakarta disebut tidak perlu khawatir, karena penyelenggaraan Formula E ini tidak akan mengganggu aliran listrik rumahan bagi masyarakat yang tinggal di Jakarta Raya.

Lebih lanjut, penyelenggaraan Formula E ini juga dapat membuktikan eksistensi dan kontribusi PLN UID Jakarta dalam mengurangi emisi karbon dengan menggunakan energi yang berasal dari pembangkit EBT (energi baru terbarukan).

Hal tersebut dikatakan sejalan dengan program Pempro DKI yaitu “Jakarta Langit Biru” yang bertujuan utnuk menciptakan udara bersih di Jakarta. Targetnya, Jakarta bisa menjadi kota dengan nol emisi pada 2050. Untuk mencapai hal tersebut, Pemprov DKI telah memulainya dengan menyediakan pilihan transportasi umum yang bebas emisi.