Ferrari Dikabarkan Mulai Bangun Fasilitas Produksi untuk Mobil Listrik dan Hybrid

Article Header Image

Ferrari Dikabarkan Mulai Bangun Fasilitas Produksi untuk Mobil Listrik dan Hybrid

Author Avatar Image
Galih Kresnawan —

MOMOTRIK – Ferrari merupakan salah satu produsen supercar dan hypercar yang menyambut positif mengenai elektrifikasi. Mereka pun sudah mulai bereksperimen dengan mesin hybrid sejak LaFerrari, SF90, dan tentunya yang terbaru yaitu 296 GTB.

Untuk memfaslitasi pelebaran sayap menuju elektrik tersebut Ferrari dikabarkan telah membeli tanah tambahn di dekat pabrik mereka yang berada di Maranello, di sisi utara Kota Bologna. Sumber dari Bloomberg tersebut mengklaim bahwa fasilitas yang akan dibangun tersebut akan memiliki faslitasi riset dan pengembangan (R&D) yang dikhususkan untuk pengembangan teknologi baterai.

Ferrari memang tidak menutup kemungkinan bahwa mereka akan membangun mobil listrik penuhnya di masa depan. Dengan mobil listrik pertama dari pabrikan kuda jingkrak ini direncanakan akan diluncurkan setidaknya pada 2025 mendatang.

Kabarnya, Ferrari akan resmi mengumumkan proyek ekspansi pabriknya tersebut pada 16 Juni mendatang. Yang bertepatan dengan Hari Pasar Modal dari perusahaannya. CEO baru Ferrari, Bendetto Vigna memang memiliki visi yang kuat untuk membuat Ferrari segera beralih ke tenaga listrik.

Di sisi lain, para investor dan juga pecinta otomotif terutama pecinta mobil-mobil Ferrari kini tengah khawatir. Pasalnya, Ferrari ditakutkan akan terlalu mengikuti tren pasar dengan akan memproduksi terlalu banyak SUV dan crossover untuk line-up elektrik masa depannya. Mengingat Ferrari kini tengah bersiap memperkenalkan SUV pertamanya, Purosangue.

Untungnya, dalam bocoran patennya disebutkan bahwa mobil listrik pertama Ferrari nantinya  akan berupa sebuah mobil sport. Mobil sport elektrik ini nantinya dapat menampung dua penumpang dan menggunakan penggerak empat roda, dengan satu motor elektrik di setiap roda.

“Intrepentasi dan aplikasi kami terhadap teknologi ini baik di motorsport dan mobil jalanan adalah kesempatan besar untuk membawa semangat dan keunikan Ferrari ke generasi baru.” ungkap John Elkann, Chairman Ferrari pada tahun lalu.

Ferrari 296 GTB

Peralihan ke elektrik memang menjadi satu-satunya jalan bagi Ferrari, suka ataupun tidak. Karena terlepas dari berbagai potensi yang ingin dicapai, Uni Eropa memang telah memiliki rencana untuk menghentikan produksi mobil bermesin kombusi internal pada 2025 mendatang.

Beberapa pabrikan supercar Eropa lain seperti Mclaren dan sang tetangga Lamborghini juga telah memulai langkahnya untuk menuju elektrifikasi melalui hybrid. Dan juga rencana untuk meluncurkan mobil listrik penuhnya di masa depan.

Brand hypercar asal Perancis, Bugatti bahkan kini telah berinvestasi besar terhadap hypercar elektrik asal Kroasia, Rimac. Dua kekuatan besar inipun diprediksi juga akan mengeluarkan hypercar elektrik penuhnya di masa depan.