Aceh jadi Provinsi Pertama yang Resmi Gunakan Kendaraan Dinas Motor Listrik

Article Header Image

Aceh jadi Provinsi Pertama yang Resmi Gunakan Kendaraan Dinas Motor Listrik

Author Avatar Image
Galih Kresnawan —

MOMOTRIK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh kini resmi menjadi provinsi pertama yang menggunakan sepeda motor listrik Gesits sebagai kendaran operasional dari para pegawainya.

Hal tersebut ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah kepada perwakilan dari 23 Kota/Kabupaten di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur, Banda Aceh.

Nantinya, ada 37 unit motor Gesits yang akan didistribusikan kepada para petugas pengumpul data perindustrian dan survei kebutuhan pokok yang ada di saentaro Aceh.

Motor dinas baru ini sendiri dibeli oleh Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan di e-Katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga menjelaskan bahwa pemilihan kendaraan listrik Gesits ini dilatar belakangi oleh keinginan untuk menghemat biaya operasional, mempermudah kinerja para petugas, dan sebagai bentuk apresiasi kepada karya anak bangsa.

Selain itu, penggunaan motor listrik sebagai kendaraan dinas ini juga disbeut sebagai bentuk pengenalan kepada masyarakat Aceh terhadap kendaraan hemat energi dan bersih lingkungan. Nova mengatakan bahwa Aceh akan siap berpartisipasi untuk mendukung operasional kendaraan listrik penuh di Indonesia pada 2050 mendatang.

    Di sisi lain, Direktur Utama PT WIKA Industri Manukfaktur (WIMA), M Samyarto mengatakan bahwa penggunaan Gesits sebagai kendaraan operasional pemerintah daerah adalah wujud nyata dari sinergi untuk mendukung ketahanan energi nasional dan mendorong akselerasi kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia.

    Para pemasok komponen kendaraan lokal juga ikut terbantu karena Gesits menggunakan komponen yang 85% dari total 162 komponen diproduksi di dalam negeri. Semua komponen lokal tersebut dipasok oleh 24 perusahaan dalam negeri yang 5 diantaranya merupakan BUMN.

    Dengan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai 46.73%, artinya Gesits sudah dapat disebut sebagai motor listrik nasional apalagi merek Gesits sendiri dipegang langsung oleh PT WIKA yang notabene merupakan BUMN.

    Proses pengenalan dan adaptasi kendaraan listrik di Indonesia memang terus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Sebelumnya, Pemerintah Jakarta telah resmi mengoperasikan 30 unit bus listrik Transjakarta.

    Dari sisi swasta, beberapa perusahaan seperti Gojek dan Grab juga mulai mengadaptasi kendaraan listrik sebagai unit operasional mereka. Pemerintah sendiri memang menargetkan adanya 2 juta motor listrik di Indonesia pada 2025 mendatang.