Mobil-mobil Listrik Futuristis Toyota yang Jadi Mobil Operasional di Olimpiade Jepang 2021

Article Header Image

Galih Kresnawan

Published:

Olimpiade Jepang 2021 memang masih berlangsung hingga awal bulan Agustus nanti. Dan meskipun olimpiade tahun ini harus dilakukan tanpa penonton, namun Jepang tetap berusaha totalitas dalam memenuhi seluruh kebutuhan atlit dan ofisial. Termasuk untuk urusan transportasi.

Urusan transportasi dalam olimpiade Jepang ini sepenuhnya ditangani oleh pabrikan Toyota. Dan Toyota mempersiapkan setidaknya 90% dari mobil operasi mereka berbasis mobil listrik. Toyota juga menyediakan berbagai macam mobil listrik yang punya bentuk dan fungsi yang bermacam-macam.

Bila kami sebelumnya telah membahas salah satu mobil listriknya yaitu Toyota e-Palette. Di sini kami akan membahas semua varian mobil listrik yang disediakan oleh Toyota. Berikut lengkapnya.

Toyota e-Palette

Seperti yang sudah kami bahas sebelumnya, e-Palette merupakan kendaraan listrik otonomus yang digunakan sebagai mobilitas para atlet dan staff dari stadion menuju kampung atlit dan sebaliknya.

Mobil berbentuk mini bus ini mampu mengangkut hingga 20 orang. Dan bahkan bisa mengangkut hingga 4 kursi roda ditambah 7 penumpang. Meskipun kapasitasnya harus dibatasi hingga separuh untuk social distancing.

Desainnya cukup futuristis dengan bentuk minimalis dan kaca super lebar di berbagai sisinya yang membuat bagian dalamnya terasa sangat lapang. Mobil ini telah menggunakan baterai solid-state yang bisa berjalan hingga 150 km dengan kecepatan maksimal 20 km/jam.

Toyota APM

APM merupakan singkatan dari Access People Mover atau yang diartikan sebagai “Akses Penggerak Orang” yang digunakan sebagai kendaraan untuk berpindah untuk jarak dekat dalam lokasi olimpiade.

Mobil ini memiliki desain bergaya open door yang memungkinkan penumpangnya keluar-masuk dengan mudah. APM dapat mengangkut hingga 5 orang penumpang dan juga bisa mengangkut kursi roda.

Sebagai mobil yang digunakan untuk area kecil, mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 100 km dengan kecepatan maksimal yang mirip dengan kakaknya e-Pallete yaitu 20 km/jam. Toyota memasok sekitar 200 unit mobil APM untuk olimpiade ini.

Toyota Concept-i / LQ

Salah satu mobil konsep milik Toyota yang kini dibuat menjadi kenyataan dan bahkan digunakan di dalam olimpiade ini adalah Toyota Concept-i yang kini disebut sebagai Toyota LQ. Berbeda dengan kendaraan sebelumnya yang menjadi angkutan umum Toyota LQ ini berbentuk sedan.

Uniknya mobil listrik ini sudah dilengkapi dengan otonomus level 4 yang dikombinasikan dengan asisten AI bernama Yui. Sehingga Toyota mengklaim bahwa mobil ini dapat menjalin ikatan emosional dengan pengendaranya.

Meskipun memiliki desain yang sangat futuristis Toyota LQ tetap menjadi mobil listrik dengan kecepatan rendah dimana kecepatan rata-rata jalannya adalah 16 km/jam sedangkan kecepatan maksimalnya adalah 40 km/jam. Kerennya mobil ini diklaim dapat menempuh jarak hingga 300 km dalam sekali isi daya.

Toyota Mirai

Bila 3 mobil sebelumnya merupakan deretan kendaraan elektrik futuristis untuk masa depan. Mobil yang satu ini lebih terasa masa sekarang karena memang telah ada sejak 2004. Generasi kedua dari mobil ini sebenarnya telah keluar pada 2020 lalu, namun untuk olimpiade ini Toyota menggunakan generasi pertamanya.

Mobil listrik ini merupakan mobil fuel-cell/hidrogen yang membuat mobil ini punya daya jelajah hinga 500 km dalam sekali isi daya. Padahal mobil ini bukan mobil kecepatan rendah. Dengan tenaga 155 daya kuda yang dapat melaju hingga 170 km/jam.

Toyota mengatakan akan memasok 500 unit sedan 4 pintu ini sebagai mobil operasional bagi pihak penyelenggara lomba untuk melakukan mobilitas dari satu lokasi ke lokasi lain di dalam area olimpiade.

Bonus : Toyota Sora FC Bus

Menurut artikel resmi yang diunggah oleh pihak Toyota, mereka sebenarnya juga telah mempersiapkan bis listrik mereka sebagai transportasi antar lokasi perlombaan. Dan seperti nama Sora (Sky-Ocean-River-Air) merupakan bus dengan teknologi fuel-cell yang dapat menempuh jarak hingga 320 km.

Bis ini dapat mengangkut hingga 79 penumpang yang terbagi menjadi 22 tempat duduk, 56 berdiri, dan 1 pengemudi. Kelihatannya bus canggih ini direncanakan akan menjadi alat transportasi bagi para penonton untuk berpindah-pindah di dalam kompleks olimpiade.

Namun dikarenakan pandemi yang terjadi, dan olimpiade Tokyo ini harus dilaksanakan tanpa penonton. Bus SORA ini pun tidak jadi untuk dioperasikan selama olimpiade ini berlangsung.


Jangan lupa follow kita di Instagram @momotrik.id dan juga like Facebook Page kita di @momotrik.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar mobil dan motor listrik!!