CEO Ferrari dan Tesla Setuju Bahwa Ferrari Tidak Butuh Otonomus

Article Header Image

Galih Kresnawan

Published:

Disamping mengembangkan teknologi mesin listrik untuk kendaraan masa depan, otonomus alias auto-pilot juga menjadi salah satu teknologi yang terus dikejar. Salah satunya adalah Tesla yang masih terus mengejar otonomus level 5 untuk mobil-mobil mereka.

Namun mayoritas mobil yang menggunakan teknologi otonomus adalah mobil perkotaan. Lalu bagaimana dengan sports car, supercar, ataupun mobil kencang lainnya? Apalagi nilai jual utama dari mobil-mobil tersebut adalah pengalaman berkandaranya.

John Elkann dan Elon Musk di Italian Tech Week

Untungnya salah satu pabrikan supercar asal Italia, Ferrari telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan ikut-ikutan mengadaptasi teknologi otonomus. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh sang CEO John Elkan saat berbicara dalam Italian Tech Week pada Jumat lalu.

Dalam perbincangan selama 45 menit tersebut juga hadir CEO dari Tesla, Elon Musk yang ikut hadir lewat video konferensi. 2 CEO ini memperbincangkan berbagai topik seputar teknologi, dan salah satunya adalah teknologi autonomous driving.

“Akan menyedihkan untuk memiliki mobil otonomus Ferrari. Karena esensi dari memiliki Ferrari adalah untuk mengendarainya.” ujar Elkann.

Ferrari SF90

Hal ini tentunya menjadi pernyataan bahwa mobil-mobil berperforma tinggi tidak akan cocok untuk dibenamkan teknologi otonomus. Dan kemungkinan besar langkah ini juga akan diambil oleh pabrikan-pabrikan supercar lain di seluruh dunia.

Namun bukan berarti mobil-mobil tersebut tidak dapat beralih menjadi elektrik. Seperti yang diberitakan sebelumnya, John Elkann juga mengatakan bahwa mereka menyambut baik peralihan otomotif menuju elektrifikasi. Dengan target akan membawa mobil listrik pertama kuda jingkrak pada 2025 mendatang.


Jangan lupa follow kita di Instagram @momotrik.id dan juga like Facebook Page kita di @momotrik.id. Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar mobil dan motor listrik!!