BMW dan Mercedes Disebut Akan Investasi Mobil Listriknya di Indonesia

Article Header Image

Galih Kresnawan

Published:

Impian Indonesia untuk menjadi salah satu pemain global dalam perkembangan industri mobil listrik kelihatannya menunjukkan pergerakan yang positif. Bila sebelumnya mayoritas investor mobil listrik di Indonesia berasal dari Asia (Jepang, Korea, China). Maka kini kemungkinan giliran investor dari Eropa yang akan masuk.

Dikabarkan langsung dari Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasmita tengah dalam perbincangan dengan dua raksasa otomotif asal Jerman, yaitu BMW dan Mercedes-Benz. Keduanya disebut bersedia untuk berinvestasi di Indonesia dalam pengembangan mobil listriknya.

“BMW telah menyatakan minatnya untuk membangun ekosistem tersebut di Indonesia. Mercedes-Benz juga bersedia bekerja sama dan sedang mengeksplorasi peluang eksport kendaraan ke Australia dan ASEAN. Rencananya mereka akan menjadikan Indonesia sebagai hub produksi,” ungkap Menperin dari Munich, Jerman.

Indonesia sendiri memang disebut potensi penting bagi para investor karena di masa depan permintaan terhadap mobil listrik di dunia akan terus meningkat. Terutama untuk wilayah ASEAN dan Australia, dimana Indonesia dan Australia telah menandatangani perjanjian Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Perjanjian tersebut memungkinkan tarif perdagangan kendaraan CBU (Completely Built Up) di Australia menjadi 0 persen.

Di sisi lain Indonesia menjadi salah satu negara di ASEAN yang sudah mempersiapkan road map pengembangan mobil listrik. Terutama untuk komponen utamanya seperti baterai, motor elektrik, dan inverter. Maka dari itu Menperin menawarkan produsen mobil Jerman tersebut untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan mereka untuk diekspor ke Australia nantinya.

Kedua brand mewah tersebut sebenarnya telah memiliki pabriknya di Indonesia. BMW lewat PT Tjahja Sakti Motor yang telah memproduksi sembilan model. Sedangkan PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia yang telah memproduksi 8 Model.

Terkait tawaran tersebut, saat ini Mercedes-Benz telah mengkalkulasi value chain dalam rencana produksi. Termasuk biaya manufaktur, biaya logistik, regulasi, persyaratan teknologi, pajak, dan hal-hal lainnya.


Jangan lupa follow kita di Instagram @momotrik.id dan juga like Facebook Page kita di @momotrik.id untuk medapatkan informasi menarik lainnya seputar mobil dan motor listrik!!